Jumat, 06 November 2020

Artikel E-Payment

 

ARTIKEL

“ E-PAYMENT ”





KELOMPOK 3

 

ANGGOTA KELOMPOK  :          ADAM FIRDAUS                                        (10119095)      
           AHMAD BARI MUMTAZ1                        (16119959)
           M.JABAL ATH-THARIQ                          (13119486)
           MUHAMMAD RAFIANSYAH                  (14119332)
           WAHYU JATMIKO                                    (16119551)

MATA KULIAH                  :           SOFTSKILL

KELAS                                  :           2KA26

 

SISTEM INFORMASI

UNIVERSITAS GUNADARMA

ATA 2019/2020

 

Pembahasan

1. Pengertian E-Payment

2. Sistem Pembayaran

3. Model E-Payment

4. Kelebihan dan Kekurangan E-Payment

5. Sejarah E-Payment

6. Cara Pemakaian E-Payment

 

A.      Pengertian E-Payment

          E-Payment suatu sistem menyediakan alat-alat untuk pembayaran jasa atau barangbarang yang dilakukan di Internet. Didalam membandingkan dengan sistem pembayaran konvensional, pelanggan mengirimkan semua data terkait dengan pembayaran kepada pedagang yang dilakukan di Internet dan tidak ada interaksi eksternal lebih lanjut antara pedagang dan pelanggan.

B.    Sistem Pembayaran

          Sistem pembayaran (E-Paymen System) memerlukan suatu persyaratan yang

mencakup :

1. Konfidensialitas

Untuk menjamin bahwa konsumen, pedagang dan informasi transaksi

pembayaran tetap konfidensial.

2. Integritas

Dari semua data yang ditransmisikan melalui jaringan publik seperti Internet

3. Otentikasi

Dari pihak pembeli maupun pihak pedagang

4. Keamanan

Berkaitan dengan perlindungan atau jaminan keamanan dari pihak-pihak yang

tidak bertanggung jawab

5. Mekanisme privacy

Untuk pertukaran informasi yangsifatnya umum maupun pertukaran data

pembayaran.

6. Divisibilitas

Berkaitan dengan spesifikasi praktis transaksi baik untuk volumen besar

maupun transaksi skala kecil.

7. Interoperabilitas

Dari perangkat lunak, maupun jaringan dari penerbait kartu kredit dan

perbankan.

PIHAK-PIHAK YANG TERLIBAT DALAM MEKANISME PEMBAYARAN

·       Issuer: institusi finansial yang mengeluarkan kartu bank

·       Cardholder: konsumen yang telah terdaftar di issuer

·       Merchant: penjual barang/jasa/informasi

·       Acquirer: institusi finansial yang menyediakan pelayanan untuk memproses

Transaksi kartu bank

·       CA: lembaga yang memiliki otoritas untuk mengeluarkan sertifikat digital

 

 

C.      Model E-Payment

Terdapat beberapa sistem pembayaran (E-Paymen System) :

·       Micropayment

·       E-wallet

·       E-cash / Digital Cash

·       Credit Card, Smartcard

·       Electronic Bill Presentment and Payment

1. E-Cash.

 E-Cash yaitu Electronic Cash, sering juga disebut dengan Digital Cash, Digital

Money. E-Cash mempunyai makna bahwa seseorang dapat membeli barang atau jasa dengan cara mengirimkan nomor dari satu computer ke computer lain . Nomor tersebut diisukan oleh sebuah bank dan merepresentasikan sejumlah uang yang sebenarnya yang mempunyai nilai tukar yang bersifat anonymous (tanpa nama) dan apat dipakai seperti uang cash biasa.

2. E-Checks

 E-Checks yaitu Electronic Checks. E-Checks mempunyai makna customer akan membayar kepada penjual dengan check elektronik yang dikirimkan secara elektronis dengan e-mail. Check berisi pesan yang memuat semua informasi yang diperoleh dari check yang sebenarnya tetapi bisa ditanda tangani secara digital atau surat kuasa. Tanda tangan elektronis tersebut ditulis dalam bentuk sandi dengan cara mengenkripsi melalui kunci rahasia customer. Kemudian penjual mengesahkan dengan kunci private. Pesan yang dihasilkan akan disandikan dengan kunci rahasia pihak bank hingga disediakan kunci pembayarannya.

 

3. E-Wallet

 E-Wallet yaitu Electronic Wallet. Pembayaran dilakukan dengan menyimpan nomor kartu kredit anda ke hardisk dalam kondisi terenkripsi dengan aman. Pembelian dilakukan pada situs web yang mendukung e-wallet tersebut. Pada saat tombol “pay” ditekan maka proses pembayaran melalui kartu kredit akan dilakukan transaksinya secara aman oleh server perusahaan e-wallet.

4. Merchant Account

 Merchant account merupakan hubungan relasi antara seorang bisnis dengan bank, yang memiliki syarat dan peraturan yang ketat berkenaan dengan pengeluaran merchant accountnya. Jika status merchant account sudah diperoleh selanjutnya, merchant akan menyewa atau membeli software yang dipergunakan untuk proses transaksi. Dalam kasus yang sama tergantung dari bank dan juga tipe bisnis yang akan dioperasikan maka seorang merchant perlu juga membeli atau menyewa hardware ang disebut terminal pengolahan (processing terminal).

5. Micropayment

 Disebut juga Microtransaction merupakan transaksi dalam jumlah kecil, misalnya untuk mengakses grafik, game maupun informasi.

6. Phonecash

 Phonecash mempunyai makna customer membeli item secara online dengan mengizinkan nilai pembelian ditransfer dari account mereka ke account orang lain dalam sebuah internet banking system.

7. Telephone Billing System

 Transaksi dagang yang dilakukan melalui telepon memungkinkan customer untuk membeli barang atau layanan dan jumlah pembayarannya disertakan ke rekening telepon

 

D.      Kelebihan dan Kekurangan E-Payment

A..     Kelebihan E-Payment

1.    Menghasilkan lebih banyak penjualan

Sistem ini memungkinkan konsumen untuk membayar produk dan layanan secara online tanpa harus bertemu dengan pihak penjual. Oleh karena itu, Anda dapat menjangkau lebih banyak pelanggan potensial di berbagai wilayah sehingga dapat menghasilkan lebih banyak penjualan.

2.    Transaksi menjadi lebih efektif dan efisien

Sistem pembayaran ini jauh lebih efektif dan efisien daripada pembayaran tunai. Hanya dengan menggunakan smartphone atau aplikasi internet banking, konsumen dapat membayar barang yang mereka beli dengan cepat dan mudah. Selain itu, konsumen dapat membayar produk yang dibeli dari situs e-commerce kapan saja dan di mana saja selama perangkat yang mereka gunakan terhubung dengan koneksi internet.

3.    Kontrol pengeluaran untuk pelanggan

Pengguna dapat memeriksa akun virtual dan melihat semua pengeluaran dan riwayat transaksi.  Hal ini dapat memudahkan pengguna untuk mengontrol jumlah pengeluaran yang dilakukan setiap bulannya.

 

B.      Kekurangan E-Payment

1.    Kemungkinan terkena serangan hacker

Melihat semakin berkembangnya teknologi, saat ini penjahat juga ikut beralih menyerang sistem digital. Jika Anda tidak menggunakan sistem keamanan yang baik, risiko terjadinya data breach juga dapat terjadi di bisnis Anda. Oleh karena itu sistem pembayaran yang aman harus selalu Anda prioritaskan. Jika Anda menggunakan sistem payment gateway, pastikan mereka menyediakan sistem fraud detection untuk mencegah terjadinya kecurangan atau penipuan.

2.    Kurangnya privasi

Semua informasi transaksi seperti data penerima, jumlah dana, serta waktu pembayaran akan tersimpan di database sistem pembayaran yang Anda gunakan. Hal ini menyebabkan kurangnya privasi pada sistem e-payment.

3.    Membutuhkan akses internet

Pengguna membutuhkan koneksi internet untuk melakukan pembayaran online. Tanpa koneksi internet, pengguna tidak bisa menggunakan sistem e-payment ini.

 

E.      Sejarah E-PAYMENT

1.      1887 – Kartu kredit muncul dalam novel “Looking Backward”

          Digital payment adalah salah satu bentuk mobile payment yang kini sedang naik daun. Namun, transaksi digital sudah dimulai lebih awal lagi, yaitu pembayaran dengan kartu debit dan kredit.

Banyak yang menyakini konsep kartu kredit sudah muncul melalui novel Looking Backward pada tahun 1887. Meski, tidak secara gamblang menyebut kartu kredit, namun konsep yang diceritakan memiliki kesetaraan serta kesamaan dengan kartu debit yang kita kenal sekarang.

Pada awalnya pun, sistem kredit tidak menggunakan plastik seperti sekarang, melainkan koin ataupun token. Kartu kredit dari plastik yang kita gunakan sekarang baru mulai dikenal pada 1950-an ketika pemegang kartu Diners Club sudah mencapai 2.000 orang, Diners Club mulai memanfaatkan kartu ini sebagai alat transaksi dengan sistem kredit.

Namun, gagasan kartu kredit sebagai sistem hutang belum benar-benar terealisasi sempurna sampai peluncuran kartu yang kini kita kenal dengan nama Visa dan MasterCard pada pertengahan hingga akhir 1960-an.

2.      1969 – Internet hadir memulai era digital

          Perkembangan dunia digital termasuk digital payment tak terlepas dari dimulainya era internet. Jika tidak ada internet maka tidak akan ada sistem-sistem pembayaran yang bersifat digital dan juga mobile. Jadi, sejarah digital payment berhubungan erat dengan sejarah internet.

Sejarah internet sendiri dimulai pada 1969 oleh ARPANET, sebuah jaringan militer yang awalnya dibuat selama periode perang Vietnam. Namun, teknologi ini kemudian dikenal lebih luas pada tahun 1969 ketika Tim Berners-Lee mulai menciptakan apa yang kini kita kenal dengan istilah halaman internet dan juga situs yang mempermudah kita menemukan dan membagikan informasi melalui internet. Dari sinilah kemudian internet berkembang menjadi media perdagangan (e-Commerce) pada pertengahan 1990-an.

3.      1983 – Ide uang elektronik pertama kali dikemukakan

Pada awalnya, konsep uang elektronik hanyalah sebuah gagasan. Adalah David Lee Chaum yang awalnya mengemukakan ide mengenai digital cash dalam makalah penelitiannya. Usulan dari Chaum ini memungkinkan masyarakat memiliki uang secara digital melalui bank dan membelanjakannya secara offline.

Pada 1988 bersama Amos Fiat dan Moni Naor, ia mengembangkan gagasan ini untuk memungkinkan transaksi offline menggunakan uang elektronik yang mampu dideteksi dan dilacak.

Hingga pada 1990 ia membangun perusahaan uang elektronik bernama DigiCash di Amsterdam untuk mewujudkan ide dari gagasannya. Namun sayang, perusahaan ini kemudian mengalami kebangkrutan pada 1998 dan Chaum memutuskan untuk meninggalkan perusahaan ini setahun setelahnya.

4.      1994 – Online Banking dan era E-Commerce

Berkembangnya internet juga memicu perkembangan berbagai sarana prasarana secara online, termasuk sistem pembayaran. Sistem pembayaran secara online sendiri mulai beroperasi sejak tahun 1990-an

Meskipun sistem online masih sangat tidak user-friendly, hal itu tidak menghentikan Stanford Federal Credit Union untuk menjadi institusi pertama yang menawarkan layanan online banking di tahun 1994.

Di dekade ini, pemain besar dalam digital payment adalah Milicent dan Ecash yang didirikan pada 1995 dan 1996. Sebagian besar layanan keuangan online pada masa ini menggunakan sistem micro payment. Di era yang sama, Amazon, salah satu pioneer dari e-Commerce didirikan tepatnya pada 1994. Hal tersebut juga berdampak pada perkembangan transaksi secara online.

5.      1998 – Paypal

Di akhir era 1990-an tepatnya pada 1998, Paypal memulai sistem mobile payment dengan transaksi nirkabel. Namun setelahnya, Paypal berfokus pada sistem transaksi online dan menjadi semakin besar setelah digunakan oleh para pelanggan eBay (perusahaan lelang online).

Seiring berkembangnya Paypal dan inovasi-inovasi yang ditawarkan, eBay mulai merasa terancam dan menciptakan sistem pembayaran online-nya sendiri. Billpoint. Billpoint sendiri bisa dikatakan menjiplak sistem utama dari Paypal.

Billpoint kemudian mulai mencoba memonopoli segala bentuk transaksi yang ada di eBay. Namun, ternyata hal ini tidak berhasil dan berakhir dengan diakuisisinya Paypal oleh eBay.

Bersama eBay, Paypal menyadari terlalu sia-sia jika mereka hanya melayani para pelanggan di eBay saja. Sehingga pada 2014, di tahun yang sama dengan peluncuran Apple Pay oleh Apple, eBay mengumumkan perpisahannya dengan Paypal.

Setelah itu, industri mobile payment semakin menggeliat dengan munculnya raksasa-raksasa lainnya. Seperti Alipay yang akhirnya mampu mengalakan Paypal dan menjadi sistem mobile payment terbesar dengan total nilai transaksi hingga 150 miliyar USD pada 2013!

6.      Digital Payment kini

Kini, gagasan uang elektronik dan transaksi secara digital sudah menjadi kenyataan dan
perlahan mulai mendominasi sistem transaksi di berbagai negara, termasuk di Indonesia.
Berdasarkan data dari 
Statista, total nilai transaksi digital di Indonesia diprediksi akan mencapai 18,211 juta USD pada tahun 2017 dan akan terus bertumbuh hingga 36,607 juta USD hingga tahun 2021.

F.     Cara Menggunakan e-Payment

          Sesuai dengan namanya, e-Payment bekerja secara online dengan menggunakan fasilitas internet sebagai perantaranya. Pertama, saat Anda hendak berbelanja, pilih metode pembayaran e-Payment terlebih dahulu, lalu login ke akun e-Payment yang telah Anda daftarkan sebelumnya.

          Kedua, cek detail harga produk yang akan Anda bayar, dan masukkan kode transaksi atau pin yang digunakan sebagai keamanan. Setelah Anda menyetujui pembayraan tersebut maka proses pembayaran melalui e-Payment sudah selesai.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar