ARTIKEL
“ E-PAYMENT ”
KELOMPOK 3
ANGGOTA
KELOMPOK : ADAM
FIRDAUS (10119095)
AHMAD BARI
MUMTAZ1 (16119959)
M.JABAL ATH-THARIQ (13119486)
MUHAMMAD
RAFIANSYAH (14119332)
WAHYU
JATMIKO (16119551)
MATA
KULIAH : SOFTSKILL
KELAS : 2KA26
SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
ATA 2019/2020
Pembahasan
1. Pengertian E-Payment
2. Sistem Pembayaran
3. Model E-Payment
4. Kelebihan dan Kekurangan E-Payment
5. Sejarah E-Payment
6. Cara Pemakaian E-Payment
A. Pengertian E-Payment
E-Payment suatu sistem
menyediakan alat-alat untuk pembayaran jasa atau barangbarang yang dilakukan di
Internet. Didalam membandingkan dengan sistem pembayaran konvensional,
pelanggan mengirimkan semua data terkait dengan pembayaran kepada pedagang yang
dilakukan di Internet dan tidak ada interaksi eksternal lebih lanjut antara
pedagang dan pelanggan.
B. Sistem Pembayaran
Sistem pembayaran
(E-Paymen System) memerlukan suatu persyaratan yang
mencakup :
1. Konfidensialitas
Untuk menjamin bahwa konsumen, pedagang dan informasi transaksi
pembayaran tetap konfidensial.
2. Integritas
Dari semua data yang ditransmisikan melalui jaringan publik seperti
Internet
3. Otentikasi
Dari pihak pembeli maupun pihak pedagang
4. Keamanan
Berkaitan dengan perlindungan atau jaminan keamanan dari pihak-pihak
yang
tidak bertanggung jawab
5. Mekanisme privacy
Untuk pertukaran informasi yangsifatnya umum maupun pertukaran data
pembayaran.
6. Divisibilitas
Berkaitan dengan spesifikasi praktis transaksi baik untuk volumen besar
maupun transaksi skala kecil.
7. Interoperabilitas
Dari perangkat lunak, maupun jaringan dari penerbait kartu kredit dan
perbankan.
PIHAK-PIHAK YANG
TERLIBAT DALAM MEKANISME PEMBAYARAN
·
Issuer: institusi finansial yang mengeluarkan
kartu bank
·
Cardholder: konsumen yang telah terdaftar di
issuer
·
Merchant: penjual barang/jasa/informasi
·
Acquirer: institusi finansial yang
menyediakan pelayanan untuk memproses
Transaksi kartu bank
·
CA: lembaga yang memiliki otoritas untuk
mengeluarkan sertifikat digital
C. Model E-Payment
Terdapat beberapa sistem pembayaran (E-Paymen System) :
·
Micropayment
·
E-wallet
·
E-cash / Digital Cash
·
Credit Card, Smartcard
·
Electronic Bill Presentment and Payment
1. E-Cash.
E-Cash yaitu Electronic Cash,
sering juga disebut dengan Digital Cash, Digital
Money. E-Cash mempunyai makna bahwa seseorang dapat membeli barang atau
jasa dengan cara mengirimkan nomor dari satu computer ke computer lain . Nomor tersebut
diisukan oleh sebuah bank dan merepresentasikan sejumlah uang yang sebenarnya
yang mempunyai nilai tukar yang bersifat anonymous (tanpa nama) dan apat
dipakai seperti uang cash biasa.
2. E-Checks
E-Checks yaitu Electronic Checks.
E-Checks mempunyai makna customer akan membayar kepada penjual dengan check
elektronik yang dikirimkan secara elektronis dengan e-mail. Check berisi pesan
yang memuat semua informasi yang diperoleh dari check yang sebenarnya tetapi
bisa ditanda tangani secara digital atau surat kuasa. Tanda tangan elektronis
tersebut ditulis dalam bentuk sandi dengan cara mengenkripsi melalui kunci
rahasia customer. Kemudian penjual mengesahkan dengan kunci private. Pesan yang
dihasilkan akan disandikan dengan kunci rahasia pihak bank hingga disediakan
kunci pembayarannya.
3. E-Wallet
E-Wallet yaitu Electronic Wallet.
Pembayaran dilakukan dengan menyimpan nomor kartu kredit anda ke hardisk dalam
kondisi terenkripsi dengan aman. Pembelian dilakukan pada situs web yang
mendukung e-wallet tersebut. Pada saat tombol “pay” ditekan maka proses
pembayaran melalui kartu kredit akan dilakukan transaksinya secara aman oleh
server perusahaan e-wallet.
4. Merchant Account
Merchant account merupakan
hubungan relasi antara seorang bisnis dengan bank, yang memiliki syarat dan
peraturan yang ketat berkenaan dengan pengeluaran merchant accountnya. Jika
status merchant account sudah diperoleh selanjutnya, merchant akan menyewa atau
membeli software yang dipergunakan untuk proses transaksi. Dalam kasus yang
sama tergantung dari bank dan juga tipe bisnis yang akan dioperasikan maka
seorang merchant perlu juga membeli atau menyewa hardware ang disebut terminal
pengolahan (processing terminal).
5. Micropayment
Disebut juga Microtransaction
merupakan transaksi dalam jumlah kecil, misalnya untuk mengakses grafik, game
maupun informasi.
6. Phonecash
Phonecash mempunyai makna
customer membeli item secara online dengan mengizinkan nilai pembelian
ditransfer dari account mereka ke account orang lain dalam sebuah internet
banking system.
7. Telephone Billing System
Transaksi dagang yang dilakukan
melalui telepon memungkinkan customer untuk membeli barang atau layanan dan
jumlah pembayarannya disertakan ke rekening telepon
D. Kelebihan
dan Kekurangan E-Payment
A.. Kelebihan E-Payment
1.
Menghasilkan lebih banyak penjualan
Sistem ini memungkinkan konsumen untuk
membayar produk dan layanan secara online tanpa harus bertemu dengan pihak
penjual. Oleh karena itu, Anda dapat menjangkau lebih banyak pelanggan
potensial di berbagai wilayah sehingga dapat menghasilkan lebih banyak
penjualan.
2.
Transaksi menjadi lebih efektif dan efisien
Sistem pembayaran ini jauh lebih
efektif dan efisien daripada pembayaran tunai. Hanya dengan menggunakan
smartphone atau aplikasi internet banking, konsumen dapat membayar barang yang
mereka beli dengan cepat dan mudah. Selain itu, konsumen dapat membayar produk
yang dibeli dari situs e-commerce kapan saja dan di mana saja selama perangkat
yang mereka gunakan terhubung dengan koneksi internet.
3.
Kontrol pengeluaran untuk pelanggan
Pengguna dapat memeriksa akun virtual
dan melihat semua pengeluaran dan riwayat transaksi. Hal ini dapat
memudahkan pengguna untuk mengontrol jumlah pengeluaran yang dilakukan setiap
bulannya.
B. Kekurangan E-Payment
1.
Kemungkinan terkena serangan hacker
Melihat semakin berkembangnya
teknologi, saat ini penjahat juga ikut beralih menyerang sistem digital. Jika
Anda tidak menggunakan sistem keamanan yang baik, risiko terjadinya data breach
juga dapat terjadi di bisnis Anda. Oleh karena itu sistem pembayaran yang aman
harus selalu Anda prioritaskan. Jika Anda menggunakan sistem payment gateway,
pastikan mereka menyediakan sistem fraud detection untuk mencegah terjadinya
kecurangan atau penipuan.
2.
Kurangnya privasi
Semua informasi transaksi seperti data
penerima, jumlah dana, serta waktu pembayaran akan tersimpan di database sistem
pembayaran yang Anda gunakan. Hal ini menyebabkan kurangnya privasi pada sistem
e-payment.
3.
Membutuhkan akses internet
Pengguna membutuhkan koneksi internet
untuk melakukan pembayaran online. Tanpa koneksi internet, pengguna tidak bisa
menggunakan sistem e-payment ini.
E. Sejarah E-PAYMENT
1. 1887 – Kartu kredit muncul dalam novel
“Looking Backward”
Digital payment adalah salah satu bentuk mobile payment yang kini sedang naik daun. Namun,
transaksi digital sudah dimulai lebih awal lagi, yaitu pembayaran dengan kartu
debit dan kredit.
Banyak yang
menyakini konsep kartu kredit sudah muncul melalui novel Looking Backward pada
tahun 1887. Meski, tidak secara gamblang menyebut kartu kredit, namun konsep yang
diceritakan memiliki kesetaraan serta kesamaan dengan kartu debit yang kita
kenal sekarang.
Pada awalnya
pun, sistem kredit tidak menggunakan plastik seperti sekarang, melainkan koin
ataupun token. Kartu kredit dari plastik yang kita gunakan sekarang baru mulai
dikenal pada 1950-an ketika pemegang kartu Diners Club sudah mencapai 2.000
orang, Diners Club mulai memanfaatkan kartu ini sebagai alat transaksi dengan
sistem kredit.
Namun,
gagasan kartu kredit sebagai sistem hutang belum benar-benar terealisasi
sempurna sampai peluncuran kartu yang kini kita kenal dengan nama Visa dan
MasterCard pada pertengahan hingga akhir 1960-an.
2. 1969 – Internet hadir memulai era digital
Perkembangan
dunia digital termasuk digital payment tak
terlepas dari dimulainya era internet. Jika tidak ada internet maka tidak akan
ada sistem-sistem pembayaran yang bersifat digital dan juga mobile. Jadi, sejarah digital
payment berhubungan erat dengan sejarah internet.
Sejarah internet sendiri dimulai pada 1969 oleh ARPANET,
sebuah jaringan militer yang awalnya dibuat selama periode perang Vietnam.
Namun, teknologi ini kemudian dikenal lebih luas pada tahun 1969 ketika Tim
Berners-Lee mulai menciptakan apa yang kini kita kenal dengan istilah halaman
internet dan juga situs yang mempermudah kita menemukan dan membagikan
informasi melalui internet. Dari sinilah kemudian internet berkembang menjadi
media perdagangan (e-Commerce) pada
pertengahan 1990-an.
3. 1983
– Ide uang elektronik pertama kali dikemukakan
Pada awalnya, konsep uang elektronik hanyalah sebuah
gagasan. Adalah David Lee Chaum yang awalnya mengemukakan ide mengenai digital cash dalam makalah penelitiannya. Usulan
dari Chaum ini memungkinkan masyarakat memiliki uang secara digital melalui
bank dan membelanjakannya secara offline.
Pada 1988 bersama Amos Fiat dan Moni Naor, ia
mengembangkan gagasan ini untuk memungkinkan transaksi offline menggunakan uang elektronik yang mampu
dideteksi dan dilacak.
Hingga pada
1990 ia membangun perusahaan uang elektronik bernama DigiCash di Amsterdam
untuk mewujudkan ide dari gagasannya. Namun sayang, perusahaan ini kemudian
mengalami kebangkrutan pada 1998 dan Chaum memutuskan untuk meninggalkan
perusahaan ini setahun setelahnya.
4. 1994
– Online Banking dan era E-Commerce
Berkembangnya internet juga memicu perkembangan berbagai
sarana prasarana secara online, termasuk
sistem pembayaran. Sistem pembayaran secara online sendiri
mulai beroperasi sejak tahun 1990-an
Meskipun sistem online masih
sangat tidak user-friendly, hal itu tidak
menghentikan Stanford Federal Credit Union untuk menjadi institusi pertama yang
menawarkan layanan online banking di
tahun 1994.
Di dekade ini, pemain besar dalam digital payment adalah Milicent dan Ecash yang
didirikan pada 1995 dan 1996. Sebagian besar layanan keuangan online pada masa ini menggunakan sistem micro payment. Di era yang sama, Amazon, salah
satu pioneer dari e-Commerce didirikan
tepatnya pada 1994. Hal tersebut juga berdampak pada perkembangan transaksi
secara online.
5. 1998
– Paypal
Di akhir era 1990-an tepatnya pada 1998,
Paypal memulai sistem mobile payment dengan
transaksi nirkabel. Namun setelahnya, Paypal berfokus pada sistem
transaksi online dan menjadi semakin
besar setelah digunakan oleh para pelanggan eBay (perusahaan lelang online).
Seiring berkembangnya Paypal dan inovasi-inovasi yang
ditawarkan, eBay mulai merasa terancam dan menciptakan sistem pembayaran online-nya sendiri. Billpoint. Billpoint sendiri bisa
dikatakan menjiplak sistem utama dari Paypal.
Billpoint
kemudian mulai mencoba memonopoli segala bentuk transaksi yang ada di eBay.
Namun, ternyata hal ini tidak berhasil dan berakhir dengan diakuisisinya Paypal
oleh eBay.
Bersama
eBay, Paypal menyadari terlalu sia-sia jika mereka hanya melayani para
pelanggan di eBay saja. Sehingga pada 2014, di tahun yang sama dengan
peluncuran Apple Pay oleh Apple, eBay mengumumkan perpisahannya dengan Paypal.
Setelah itu, industri mobile payment semakin
menggeliat dengan munculnya raksasa-raksasa lainnya. Seperti Alipay yang
akhirnya mampu mengalakan Paypal dan menjadi sistem mobile payment terbesar dengan total nilai
transaksi hingga 150 miliyar USD pada 2013!
6. Digital
Payment kini
Kini, gagasan uang
elektronik dan transaksi secara digital sudah menjadi kenyataan dan
perlahan mulai mendominasi sistem transaksi di
berbagai negara, termasuk di Indonesia.
Berdasarkan data dari Statista, total nilai transaksi
digital di Indonesia diprediksi akan mencapai 18,211 juta USD pada tahun 2017
dan akan terus bertumbuh hingga 36,607 juta USD hingga tahun 2021.
F. Cara Menggunakan e-Payment
Sesuai dengan namanya, e-Payment
bekerja secara online dengan menggunakan fasilitas internet sebagai
perantaranya. Pertama, saat Anda hendak berbelanja, pilih metode pembayaran
e-Payment terlebih dahulu, lalu login ke akun e-Payment yang
telah Anda daftarkan sebelumnya.
Kedua, cek detail harga produk yang
akan Anda bayar, dan masukkan kode transaksi atau pin yang digunakan sebagai
keamanan. Setelah Anda menyetujui pembayraan tersebut maka proses pembayaran
melalui e-Payment sudah selesai.